Tampilkan postingan dengan label suroboyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suroboyo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 April 2010

Gelora Bung Tomo

Wah,dah lama aku ga membuka dan membuat tulisan di blog ini. Jadi kangen deh sama blog ini. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada kawan-kawan yang sudah menyempatkan waktunya mengunjungi blog ini. Saya juga meminta maaf karena belum sempat kunjungan balik, hal ini disebabkan karena kesibukan saya di dunia nyata, tapi pasti saya kunjungi blog kawan-kawan.


Nah, kali ini aku akan membahas tentang Gelora Bung Tomo. Beberapa hari lalu aku kedatangan kawan dari Bandung. Sampai hari ini teman saya itu juga masih berada di tempatku. Kemarin, aku mengajak temanku jalan-jalan ke Gelora Bung Tomo. Stadion yang berada di kawasan komplek Surabaya Sport Center itu masih dalam tahap pembangunan dan sudah 80% rampung. Proyek ini memakan dana Rp 440,2 miliar.




Berlokasi di kawasan Benowo, Surabaya Barat, kompleks Surabaya Sport Center  terdiri atas sebuah stadion utama berkapasitas 50 ribu penonton, sebuah stadion indoor berkapasitas 10 ribu penonton, dan sebuah masjid. Nanti kompleks tersebut juga direncanakan memiliki stadion atletik dan sirkuit.


Gelora Bung Tomo merupakan centerpiece (komponen utama) dari SSC. Stadion utama di SSC ini disiapkan sebagai stadion yang superkomplet. Bukan hanya menampung 50 ribu orang, stadion itu juga disiapkan memiliki standar fasilitas yang tinggi. Untuk penonton, disediakan tiga kelas. Ada standar, VIP, dan VVIP.


Saat ini akses jalan menuju SSC juga sedang digarap. Aku sendiri juga tak menyangka, lahan yang dulunya tambak dan rawa-rawa bisa disulap menjadi sebuah stadion yang megah. Saat masuk ke dalam Stadion aku sudah bisa merasakan kemegahannya, padahal belum 100% rampung, gimana kalau jadi nanti ya??


Jumat, 26 Maret 2010

Semanggi Suroboyo, Makanan Khas Surabaya

Jika anda berkunjung di Surabaya, tentunya anda akan menjumpai ibu-ibu paruh baya berjalan kaki dari kampung ke kampung menggendong panganan dengan menggunakan tempat yang terbuat dari anyaman bambu sambil berteriak "seeeemmaanngggiiiiii". Yups, ibu itu sedang menjajakan panganan yang bernama Semanggi Suroboyo. Makanan khas Surabaya ini sulit sekali dicari di luar Surabaya, bahkan ada yang mengatakan tidak ada selain di Surabaya. Makanan tradisional ini sekarang telah merambah restoran dan hotel-hotel. Biarpun begitu kalau menurut saya sih lebih enak menikmati makanan ini langsung dari penjual tradisional.


Makanan ini berbahan dasar daun semanggi yang direbus dan disajikan dengan kecambah rebus kemudian disiram bumbu yang terbuat dari ketela rambat atau ubi jalar yang direbus dan dicampur gula jawa, garam, terasi, petis udang, sedikit kacang tanah, dan cabai. Menurut pengalaman lidah saya, bumbu ini yang membuat Semanggi Suroboyo menjadi mak nyusss.


Makanan ini disajikan di dalam sebuah pincuk yang terbuat dari daun pisang. Dan cara memakannya adalah menggunakan kerupuk puli yang terbuat dari beras (kerupuk ini berfungsi menggantikan sendok). Memang sih kalau dilihat dari penampilan, Semanggi Suroboyo kurang  menggiurkan, namun bila dirasakan pasti ketagihan.






Nah selain makananya, pedagangnya pun cukup unik bila diperhatikan. Ibu-ibu yang berjualan Semanggi ini sangat cinta terhadap Indonesia. Mengapa saya berkata seperti itu? Coba perhatikan,Ibu-ibu  ini selalu menggunakan kebaya dan kain batik.


Menarik untuk mencoba bukan? Silahkan mencicipi panganan ini, tapi beli sendiri-sendiri.hehehe...

Rabu, 10 Maret 2010

"JANCOK" Itu Apa Sih?

Setiap saya pergi ke luar Jawa Timur, seperti Bandung, Cirebon, Jakarta, Palembang, dll, selalu saja ada kawan yang bertanya "Jancok" itu apaan sih??

hmmm,, "Jancok" merupakan kata-kata khas kota Surabaya. Kata "Jancok" bila ditranslit ke dalam bahasa Inggris artinya adalah Fuck. Jancok  berasal dari kata (maaf) "encuk" yang artinya bersetubuh. Berasal dari frase "di-encuk" kemudian "dancuk" dan lahirlah sebuah "jancok",hehe...

"Jancok" sendiri memiliki banyak makna bila diucapkan. "Jancok" biasanya diucapkan saat:


Melampiaskan Amarah
Ini sudah jelas karena  normalnya "jancok" adalah sebuah kata umpatan untuk memaki orang yang membuat kita emosi.
misal: " Jancok raimu nek ngomong sing enak cok!! ga trimo ta koen cok???"

Simbol Persahabatan Khas Arek Suroboyo
"Jancok" bila digunakan dalam suasana yang penuh kekerabatan akan menjadi bumbu penyedap untuk mempererat persahabatan bagi arek Suroboyo. Misalnya si A bertemu dengan si B, kawan yang sudah lama sekali tidak berjumpa dengan si A. Si A berkata," Jancok, sek urip ae koen cok"(Jancok, masih hidup saja kamu cok). Si B pun tidak marah, justru suasana langsung cair penuh dengan kegembiraan karena sapaan tersebut jauh dari umpatan dengki permusuhan. (Makanya banyak orang Jawa dari luar Surabaya bingung jika melihat hal tersebut,dalam hatinya berkata "orang ini marah-marah tapi kok sambil berjabat tangan??"hehehe)

Sebagai Penegasan Keheranan atau Komentar
"Jancok" juga bisa digunakan untuk mengungkapkan rasa heran atau menyatakan komentar tentang sesuatu yang kita lihat. Misalnya nih ada Cinta Laura lewat di depan kita, seketika kita berkata, "Jancok,ayu temen arek iku rek (jancok, cantik sekali anak itu rek)". Dan bila dipakai untuk menyatakan komentar misalnya "Jancok irenge wong iku (jancok, hitam sekali orang itu)".


Bahasa Sehari-hari Arek Suroboyo
Dimanapun arek suroboyo sedang berbincang dengan temannya pasti tak lepas dari kata "cok". Kata "cok " bisa digunakan sebagai akhiran dalam suatu kalimat atau sebagai kata seru. Misalnya, " wetengku luwe cok (perutku lapar cok)".


Terkejut/ kesakitan
Orang yang terkejut atau kesakitan biasanya slalu menyebut kata "jancok". Misalnya jika tangan kita terpukul palu,seketika sambil memegang jari yang terkena palu kita pasti berkata "jancooooookkkk",,hahaha...kalau tidak percaya boleh dicoba,hehehe.


Mengungkapkan Rasa Gemas
Arek Suroboyo jika sedang gemas, biasa juga memakai kata jancuk. ‘Jancuuu………k !‘. ‘Jan’-nya diteriakkan secara pendek, lalu ikuti dengan teriakan ‘cuk’ yang panjang sampai tuntas rasa gemasnya.




Hmm,memang enak sih mengucapkan kata yang satu ini, saya aja sampai ketagihan mengucapkannya,hehe...
o iya hampir lupa. "Jancok" juga memiliki banyak varian yang merupakan turunan dari kata "jancok" itu sendiri. Diantaranya diamput, jamput, jangkrek, mbokne ancok, jambu, jasit, dll.


Itulah tadi sedikit penjelasan saya mengenai kata "Jancok". Bila ada yang menambahkan tentang si Jancok, silahkan tinggalkan komentar di bawah ini....


salam jancok!!!hwehehehe..

Senin, 22 Februari 2010

Kudu Bangga Nggawe Boso Suroboyoan


Bahasa Suroboyoan adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Surabaya dan sekitarnya. Ben lebih enak aku nulise Nggawe boso suroboyoan ae rek yo. Nek dibandingno karo struktur boso-boso liyane, boso Suroboyoan iku sing paling kasar. Masio ngono, boso sing lebih alus yo sek digawe sebagian wong Suroboyo digawe ngajeni wong liyo. Tapi masio diomongno alus nang kalangan arek Suroboyo,boso sing dianggep alus iku ga sealus boso-boso sing digawe nang Jawa Tengah ambek Jogja.

Wilayah sing sek nggawe boso Suroboyoan kiro-kiro sampek:
- Sidoarjo
- sebagian Pasuruan
- sebagiam Meduro
- Gresik
- Mojokerto
- sebagian Jombang

Iki lho istilah-istilah sing biasane digawe arek Suroboyo:



  • "Pongor, Gibeng, Santap, Waso (istilah untuk Pukul atau Hantam);
  • "ae" berarti "saja" (bahasa Jawa standar: wae);
  • "gak" berarti "tidak" (bahasa Jawa standar: ora);
  • "arek" berarti "anak" (bahasa Jawa standar: bocah);
  • "mari" berarti "selesai";(bahasa Jawa standar: rampung); acapkali dituturkan sebagai kesatuan dalam pertanyaan "wis mari tah?" yang berarti "sudah selesai kah?" Pengertian ini sangat berbeda dengan "mari" dalam Bahasa Jawa Standar. Selain petutur Dialek Suroboyoan, "mari" berarti "sembuh"
  • "mene" berarti "besok" (bahasa Jawa standar: sesuk);
  • "maeng" berarti tadi.
  • "koen" (diucapkan "kon") berarti "kamu" (bahasa Jawa standar: kowe). Kadangkala sebagai pengganti "koen", kata "awakmu" juga digunakan. Misalnya "awakmu wis mangan ta?" (Kamu sudah makan kah?") Dalam bahasa Jawa standar, awakmu berarti "badanmu" (awak = badan)
  • "lading" berarti "pisau" (bahasa Jawa standar: peso);
  • "lugur" berarti "jatuh" (bahasa Jawa standar: tiba);
  • "dhukur" berarti "tinggi" (bahasa Jawa standar: dhuwur);
  • "thithik" berarti "sedikit" (bahasa Jawa standar: sithik);
  • "temen" berarti "sangat" (bahasa Jawa standar: banget);
  • "pancet" berarti "tetap sama" ((bahasa Jawa standar: tetep);
  • "iwak" berarti "lauk" (bahasa Jawa standar: lawuh, "iwak" yang dimaksud disini adalah lauk-pauk pendamping nasi ketika makan, "mangan karo iwak tempe", artinya Makan dengan lauk tempe, dan bukanlah ikan (iwak) yang berbentuk seperti tempe);
  • "engkuk" (u diucapkan o) berarti "nanti" (bahasa Jawa standar: mengko);
  • "ndhek" berarti "di" (bahasa Jawa standar: "ing" atau "ning"; dalam bahasa Jawa standar, kata "ndhek" digunakan untuk makna "pada waktu tadi", seperti dalam kata "ndhek esuk" (=tadi pagi),"ndhek wingi" (=kemarin));
  • "nontok" lebih banyak dipakai daripada "nonton";
  • "yok opo" (diucapkan /y@?@p@/) berarti "bagaimana" (bahasa Jawa standar: "piye" atau *"kepiye"; sebenarnya kata "yok opo" berasal dari kata "kaya apa" yang dalam bahasa Jawa standar berarti "seperti apa")
  • "peno"/sampeyan (diucapkan pe n@; samp[e]yan dengan huruf e seperti pengucapan kata meja) artinya kamu
  • "jancuk" ialah kata kurang ajar yang sering dipakai seperti "fuck" dalam bahasa Inggris; merupakan singkatan dari bentuk pasif "diancuk"; variasi yang lebih kasar ialah "mbokmu goblok"; oleh anak muda sering dipakai sebagai bumbu percakapan marah
  • "waras" ialah sembuh dari sakit (dlm bahasa jawa tengah sembuh dari penyakit jiwa)
  • "embong" ialah jalan besar / jalan raya
  • "nyelang" arinya pinjam sesuatu
  • "parek/carek" artinya dekat
  • "ndingkik" artinya mengintip
  • "semlohe" artinya sexy (khusus untuk perempuan)