Minggu, 13 Februari 2011

Pesan dari Sang Jurnalis

Selamat malam teman-teman blogger. Kali ini saya menemukan sebuah pesan dari seorang Jurnalis untuk Bonek sehubungan keberangkatan Bonek ke Bali untuk menyaksikan pertandingan antara Bali Dewata vs Persebaya 1927 tanggal 20 Februari mendatang. Langsung aja deh saya posting. Berikut surat dari Sang Jurnalis:





Farikhy Achmad 10 Februari jam 2:30 Laporkan
Salam hormat



Sebentar lagi, Bonek akan melakukan tret tet tet ke Bali. Ada dua jalur, dengan bus yang berarti lewat pantura (Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi) dan kereta api yang berarti lewat selatan (Probolinggo-Lumajang-Jember-Banyuwangi)



Sebagai warga Jember dan pecinta sepakbola, saya berharap acara tert -tet tet tetap aman. Saya sebagai pribadi meminta kepada teman-teman Bonek di Surabaya untuk berkoordinasi sebaik mungkin dan saling menjaga.



Sepanjang perjalanan di dua jalur itu, tidak tertutup kemungkinan akan ada provokasi-provokasi terhadap Bonek yang akan membenturkan dengan warga sekitar. Saya meminta agar apapun yang terjadi: JANGAN MEMBALAS... sekali lagi... JANGAN MEMBALAS...



Kenapa permusuhan dengan warga terjadi, karena setelah dilempari, Bonek melakukan aksi balasan. Dan aksi balasan, jelas mengenai warga yang sebenarnya tidak tahu apa-apa, dan ini menimbulkan rentetan balas dendam tak berkesudahan.



Selama ini Jatim wilayah timur jarang sekali menjadi jalur away Bonek. Terakhir, Persebaya di Divisi I tahun 2005 lalu dan berhadapan dengan Persid, Bonek datang ke Notohadinengoro dan semua aman. Tidak ada benturan.



Warga tentu tak ingin ada benturan dengan Bonek. Bonek pun tak perlu berbenturan dengan warga. Patut diketahui, semua daerah yang dilewati Bonek ke Bali (utara dan selatan) masuk dalam daerah basis Bonek. Saya tahu betul, bagaimana komunitas Bonek di sana adalah juga warga asli daerah sekitar.



Bahkan, Bonek dan kelompok suporter setempat bekerjasama dengan baik. Tentu masih ingat kasus Ryan, arek Jember yang Mbonek dan diduga menjadi korban penganiayaan oknum polsuska. Persidmania ikut membantu berjuang bersama-sama menuntut keadilan untuk Ryan.



Jadi, sekali lagi, apapun yang terjadi, JANGAN MEMBALAS. Sudah cukuplah benturan antar warga karena masalah sepakbola.



Di sini, ada temen (tokoh Persidmania). Dengan segala hormat, sebagai sesama kawan, saya meminta bantuan beliau untuk mengoordinasikan kawan-kawan Persidmania agar sama-sama mengamankan tret-tet-tet ke Bali. Insya Allah semua baik-baik saja seperti dulu Bonek pernah ke Jember.



Di sini juga ada pentolan suporter lumajang. Saya juga meminta bantuan kepada beliau agar mungkin menghubungi tokoh suporter PSIL Lumajang dan Bonek Lumajang untuk ikut mengamankan tert-tet itu.



Di sini juga ada wakapolres situbondo, Saya pribadi berharap, waka bisa mengamankan dengan sebaik-baiknya. Saya mohon, jika ada pelaku kerusuhan siapapun itu segera ditangkap saja orangnya. Kita tidak ingin gara-gara ulah satu orang, seluruh komunitas terkena dampaknya. Menonton sepakbola bukanlah kriminal. Tapi melakukan kerusuhan, itu baru kriminal. Saya yakin perusuh adalah perusuh, dan hanya menggunakan sepakbola sebagai dalih.



Semoga semua damai. Demi kita semua. Sudah cukup Indonesia disumpeki dengan kerusuhan agama, jangan disumpeki lagi kerusuhan suporter. Saya jurnalis, saya akan liput apapun, walau itu kerusuhan suporter, walau itu yang melakukan adalah pendukung Persebaya. Tapi dalam hati kecil saya, saya tak ingin ada kerusuhan. Sepakbola lebih indah tanpa kekerasan dan kerusuhan. Cukuplah kasus Lamongan menjadi pelajaran bagi kita..

wassalam





itulah tadi pesan dari sang jurnalis..

semoga bermanfaat bagi kita semua..

salam satu nyali!!!
wani..
bernyali tanpa anarki..

13 komentar:

  1. apik, cak...,,

    tak sebarno nang arek² yow....??
    suwon.

    BalasHapus
  2. eL Ro: nggeh cak monggo disebarkan..
    semoga perjalanan ke Bali lancar tanpa kerusuhan. karena kerusuhan sekecil apapun pasti dibesar2kan sama media kalau bonek yang terlibat.

    BalasHapus
  3. hehehehhe, Irul kabar baik, ini udah lewat kan, :P.

    karena kerusuhan sekecil apapun pasti dibesar2kan sama media kalau bonek yang terlibat. karena bonek melegenda hehe

    BalasHapus
  4. nyun: betul eyy..
    untung pas kepalaku bocor hak di ekspose berlebihan oleh media..
    kalau di ekspose bisa jd artis dadakan aku..hehe

    BalasHapus
  5. majulah sepak bola tanah air....harusnya juga dengan sepak bola ini kita bisa menambah teman jika ketemu suporter lain,ngapain cari musuh ya ngga.....

    BalasHapus
  6. damai persepakbolaan indonesia.....

    BalasHapus
  7. iya ya kenapa orang2 itu hobi ribut2 ya.

    BalasHapus
  8. klo semuanya bisa sabar pasti aman2 aja :D

    BalasHapus
  9. Pesan yg sangat bagus... semoga benar2 bisa menghindarkan benturan.

    BalasHapus
  10. Bener tuh.... bangsa kita sudah sangat jenuh dg permusuhan dan pertikaian yg makin sering terjadi akhir2 ini. Semoga tak akan terjadi lagi.

    BalasHapus
  11. Moga2 gak ada kerusuhan lagi....

    BalasHapus
  12. All: terimakasih atas kunjungannya dan semoga tdk ada lagi kerusuhan

    BalasHapus